Friday, May 20, 2011

Super Hero Indonesia Belum (dan Tidak Akan) Terlupakan


Menanggapi artikel Super Hero Indonesia (yang Terlupakan?), yang aslinya berjudul Super Hero Indonesia yang Terlupakan, saya mencoba menelusuri lebih jauh keberadaan para super hero tersebut di berbagai situs/ blog serta berita/ artikel yang pernah ditampilkan di berbagai media.

Jika yang dimaksud terlupakan di sini adalah tak ada seorangpun yang membicarakannya, mengulasnya atau bahkan membaca komik-komiknya, anggapan tersebut tidaklah benar.

Hasmi
Mereka (para super hero itu) nyatanya masih melekat kuat dalam ingatan para penggemarnya yang notabene sudah berusia di atas 40 an. Berbagai forum digelar sebagai ajang bernostalgia, baik oleh kalangan penggemar maupun akademis. Salah satunya, pada tahun 2009 lalu saya diundang oleh sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya untuk menjadi pembicara pada even yang mereka selenggarakan. Topiknya waktu itu adalah mengenai perkembangan dunia komik di Indonesia. Sebagai tamu kehormatan, Harya Suraminata atau lebih dikenal dengan Hasmi, yang tak lain adalah kreator Gundala Putera Petir, Maza si Penakluk, Sembrani, Jin Kartubi, Pangeran Mlaar, Kalong, dan Merpati. Dalam forum tersebut Hasmi menuturkan suka dukanya semasa aktif menggarap komik-komik super hero ciptaannya yang pernah mengalami masa kejayaan di era 70 -80 an dan kemudian tenggelam akibat serbuan komik-komik impor, khususnya dari Jepang.

Wid NS (alm.)
Hasmi diketahui bersahabat erat dengan Wid NS (alm) yang merupakan kreator Dahana, Godam dan Aquanus. Persahabatan mereka tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga ditunjukkan dalam komik-komik karya mereka. Hasmi kerap memasukkan Godam dan Aquanus dalam komik serial Gundalanya dan sebaliknya, Wid NS pun biasa mengundang Gundala, Maza, Sembrani dan Merpati sebagai tokoh tamu dalam serial Godam karyanya. Bahkan, ada komik karya mereka yang berjudul sama: Panik.

Bagaimana dengan komik-komiknya saat ini? Tampaknya antusiasme penggemar terhadap komik-komik lama tersebut demikian luar biasanya, sehingga sejak 5 tahun terakhir ini sangat sulit mencari komik-komik bekas di pasar loak. Kebanyakan telah tersimpan rapi di rak-rak para kolektor. Kalaupun ada yang menjual, harganya bisa berlipat-lipat dari harga semula.

Melihat kondisi tersebut, beberapa penggemar berat Gundala maupun Godam berupaya menerbitkan ulang komik-komik super hero legendaris tersebut. Oleh karena naskah asli sudah “punah”, maka master yang digunakan adalah men-scan komik-komik yang kondisinya dinilai masih bagus kemudian memperbaikinya dengan Photoshop. Bahkan ada salah satu penggemar Gundala yang telah menciptakan font khusus untuk komik cetak ulang Gundala yang dibuat berdasarkan tulisan tangan Hasmi!


Daftar Serial Gundala :
Gundala Putra Petir (1969)
Perhitungan Di Planet Covox (1969)
Dokumen Candi Hantu (1969)
Operasi Goa Siluman (1969)
The Trouble (1969)
Tantangan Buat Gundala (1969)
Panik (1970)
Kunci Petaka (1970)
Godam vs Gundala (1971)
Bentrok Jago-jago Dunia (1971)
Gundala Jatuh Cinta (1972)
Bernafas dalam Lumpur (1973)
Gundala Cuci Nama (1974)
1.000 Pendekar (1974)
Dr Jaka dan Ki Wilawuk (1975)
Gundala Sampai Ajal (1976)
Pangkalan Pemunah Bumi (1977)
Pengantin Buat Gundala (1977)
Bulan Madu di Planet Kuning (1978)
Lembah Tanah Kudus (1979)
Gundala Sang Senapati (1979)
Istana Pelari (1980)
Surat dari Akherat (1982)

Akan halnya Godam, sebuah penerbit di Jogja (Metha Studio) menggandeng Sungging, anak kandung Wid NS, untuk menghidupkan kembali tokoh Godam melalui sebuah komik trilogi Godam Reborn. Godam Reborn 1 terbit tahun 2006 dan hingga saat ini sudah mencapai logi kedua (Godam Reborn 2: Jodoh Buat Awang – 2008) dan tak lama lagi logi ketiga yang berjudul Godam vs Godam bakal diluncurkan. Jika pada logi ke 2 Godam hanya muncul sekilas, dalam logi ketiga Godam versi klasik akan bertarung melawan Godam baru (yang diidentikkan dengan Godam Reborn). Metha menjadwalkan, Godam Reborn 3 ini terbit pertengahan 2011. (lihat preview Godam Reborn 3)

Daftar Serial Godam :
Memburu Doktor Setan (1969)
Godam Gadungan (1969)
Godam vs Kaum Teroris (1969)
Mencari Jejak Mayat (1970)
Godam dengan Raksasa Colosy (1970)
Robot Penakluk (1972)
Mata Sinar X (1973)
Bocah Atlantis (1975)
Black Magic (1975)
Panik (1976)
Sang Kolektor (1978)
GAS (1978)
Bregota (1979) Edisi khusus ulang tahun ke-10 (full color)
Tirani Biru di Negeri Godam (1980)
Setan (1980)

Aquanus : Benua Ketujuh
Di samping menerbitkan Godam Reborn, tahun 2007 lalu Metha Studio juga telah menerbitkan Aquanus, bekerja sama dengan Neo Paradigm Studio Surabaya. Seperti halnya Godam Reborn, desain kostum Aquanus dalam komik yang diberi judul Benua Ketujuh ini berbeda dengan versi klasiknya. Perubahan desain (revamp) sengaja dilakukan dengan harapan bisa menarik penggemar baru. Sebenarnya, komik Aquanus ini direncanakan trilogi, namun tampaknya hal itu akan mengalami kendala. Hal ini karena anggota Neo Paradigm Studio bukanlah seniman komik murni. Mereka adalah penggemar komik dari berbagai profesi (ada dosen, arsitek, dan dokter hewan) yang mempunyai bakat menggambar atau menulis cerita yang tentunya mempunyai kesibukan masing-masing sesuai profesinya.

Jika populer di kalangan penggemar berusia di atas 40 tahunan, apakah super hero Indonesia tidak dikenal oleh kalangan muda? Tidak juga. Beberapa karya seniman muda, baik gambar, action figure maupun paper craft, dengan versi mereka, di bawah ini menunjukkan kalau super hero Indonesia, khususnya yang melegenda seperti Gundala dan Godam juga mendapat tempat tersendiri di hati mereka.

 
 
 

Ditambah dengan bermunculannya situs-situs/ blog yang secara khusus mengulas super hero Indonesia, maka saya semakin yakin kalau toko-tokoh fantasi itu tidak pernah terlupakan, meski telah bertahun-tahun lelap dalam tidur panjangnya.

Beberapa situs/ blog yang menyediakan informasi atau sekedar menampilkan super hero Indonesia :
dan masih banyak lagi.

Beberapa situs/ blog yang menawarkan (jual) komik super hero Indonesia :
dan masih banyak lagi.

Selain Gundala dan Godam, Labah-labah Merah pun mempunyai banyak penggemar fanatik waktu itu. Pengarangnya, Kus Bramiana, komikus Bandung yang mengadopsi total tokoh Spider-Man rekaan Stan Lee ini tak kalah produktifnya dengan Hasmi maupun Wid NS. Dalam aksinya Labah-labah Merah kerap didampingi oleh Labah-labah Mirah (istrinya) dan Macan Kumbang serta Dewi Bulan (kekasih Macan Kumbang). Yang membuat Kus Bramiana agak berbeda dari komikus lainnya adalah bahwa ia kerap menyediakan ruang khusus untuk berinteraksi dengan penggemarnya, baik dengan cara menampilkan surat dari penggemar, membuat kuis maupun tutorial membuat komik. Tak jarang, pihak penerbitnya juga menyisipkan stiker Labah-labah Merah sebagai bonus.

Daftar Serial Labah-labah Merah:
Asal-usul Labah-labah Merah
5 Jari Syetan
Tujuh Labah-labah Merah
Manusia 3 Dimensi
Hantu Neraka
Operasi Narkotik
Siluman Kelelawar
Hercules
Manusia Kadal
Terdampar di Atlantis
Memburu Iblis Peminum Darah
Tarantula
Brutal
Terdampar ke Negeri Siluman (Brutal II)
Operasi Halilintar (Brutal III)
Serigala Betina
Wallaroo
Topeng Syetan
Dalam Cengkeraman Maut (Topeng Syetan II)
Glaar
Ghroaar

Ini daftar super hero Indonesia beserta nama pengarang dan domisilinya yang pernah meramaikan dunia komik Indonesia era 60-80an :
Sri Asih (RA Kosasih/Jakarta)
Sri Dewi (RA Kosasih/Jakarta)
Putri Bintang (Djoni Lukman alias Johnlo)
Garuda Putih (Djoni Lukman alias Johnlo)
Kapten Kilat (Djoni Lukman alias Johnlo)
Dahana (Wid NS/Jogja)
Godam (Wid NS/Jogja)
Aquanus (Wid NS/Jogja)
Maza (Hasmi/Jogja)
Jin Kartubi (Hasmi/Jogja)
Gundala (Hasmi/Jogja)
Pangeran Mlaar (Hasmi/Jogja)
Kalong (Hasmi/Jogja)
Sembrani (Hasmi/Jogja)
Merpati (Hasmi/Jogja)
Labah-labah Merah (Kus Br/Bandung)
Labah-labah Mirah (Kus Br/Bandung)
Macan Kumbang (Kus Br/Bandung)
Dewi Bulan (Kus Br/Bandung)
Tira (Nono GM/Jogja)
Tora (Nono GM/Jogja)
Boga (Nono GM/Jogja)
Kapten Mar (Mar/Bandung?)
Kapten Halilintar (Jan Mintaraga/Jakarta)
Virgo (Jan Mintaraga/Jakarta)
Kapten Bayangan (Adams/Bandung?)
Kawa Hijau (Cancer/Jogja)
Nusantara (Mater/Bandung)
Herbintang (Banu/Jogja)
Untara (Banu/Jogja)
Bantala (Nurmi/Jogja)
Kapten Dev (Djoni Andrean/Semarang)
Bayu (Djoni Andrean/Semarang)
Laba-laba Maut/ Lamaut (Djoni Andrean/Semarang)
Walet Merah (Djoni Andrean/Semarang)
Rado (Ricky NS/Solo)
Cobra (Ricky NS/Solo)
Gina (Gerdi WK/Bandung)
Santini (Gerdi WK/Bandung)
Panther (Badra/Bandung)

Lihat juga :

No comments:

Post a Comment

Blog Archive