Sunday, May 1, 2011

Stop Minum Soda Demi Kesehatan

 
Wolipop.com - Soda memang minuman yang menyegarkan, namun tahukah Anda soda tidak baik untuk kesehatan? Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus berhenti minum soda.

1. No more calorie
Anda Mungkin memilih untuk minum soda diet yang hanya mengandung satu kalori, namun penelitian telah menunjukkan bahwa pemanis buatan yang digunakan daam diet soda dapat meningkatkan keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis lebih banyak. Anda malah ingin memakan sesuatu yang manis setelah meminum soda. Jika Anda berhenti minum soda, maka tak ada keinginan untuk menambah kalori lebih banyak ke dalam tubuh.

2. Gigi dan tulang sehat
Soda mengandung phosphoric acid suatu asam yang terkandung dalam soda. Asam ini menyebabkan tubuh mengeluarkan kalsium melalui urin sehingga melemahkan tulang. Orang yang minum lebih dari 3 minuman manis sehari memiliki 62% lebih banyak kerusakan gigi.

3) Terhindar dari Diabetes
Soda mengandung sirup jagung fruktosa tinggi yang merupakan karbohidrat sederhana. Soda dengan mudah diserap oleh tubuh dan  meningkatkan tingkat insulin. Sebuah studi yang dilakukan ditemukan bahwa bila mengkonsumsi soda meningkatkan resiko diabetes, karena soda mengandung kadar gula yang cukup tinggi.

4) Terhindar dari Kerusakan hati
Semua pemanis buatan akan dikelola oleh hati, sehingga hati harus bekerja terus-menerus untuk memproses semua zat-zat ini.Konsumsi soda akan memaksa hati Anda bekerja lebih keras. Untuk membuatnya istirahat, berhentilah mengkonsumsi
soda.

5) Terhindar dari Dehidrasi
Alasan mengapa Anda minum minuman bersoda mungkin untuk memuaskan dahaga saat kehausan. Padahal minum soda malah membuat dehidrasi. Dengan meminum soda 3,5 liter Anda membutuhkan 2 liter air putih untuk menetralisir dehidrasi di tubuh Anda.

6) Terhindar dari Kecanduan Soda
Soda mengandung kafein, kafein membuat kita kecanduan. Bila kita sudah begitu addict dengan soda, kemudian akan berhenti meminum soda akan mengalami gejala sepeti sakit kepala, gelisah dan insomnia.

(kik/kee)

Minuman Soda Mengandung Bakteri Tinja Manusia, Benarkah?

Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat fast food atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja.

Bakteri tersebut awalnya berkembang dari kran minuman soda yang jarang dibersihkan. Bisa dibayangkan jika bakteri yang menempel pada kran minuman soda itu masuk dan berkembang dalam tubuh manusia. Alhasil, diare, sakit perut, keracunan dan penyakit pencernaan lainnya pun bisa mengancaman kesehatan.

Para ahli mikrobiologi dari Hollins University mengumumkan hasil penemuan tersebut dalam International Journal of Food Microbiology.

Mereka melaporkan bahwa bakteri coliform yang banyak terdapat dalam feses terdeteksi sebanyak 48 persen pada minuman soda dan hasil mikroskop menunjukkan jumlah bakterinya lebih besar dari 500 cfu/ml. Jumlah yang cukup untuk menyebabkan usus menghasilkan reaksi yang tidak nyaman.

Lebih dari 11 persen minuman yang dianalisa adalah bakteri coliform Escherichia coli (E. Coli) dan 17 persennya adalah Chryseobacterium meningosepticum. Beberapa bakteri patogen lainnya yang terdapat dalam minuman soda antara lain Klebsiella, Staphylococcus, Stenotrophomonas, Candida dan Serratia.

Fakta lainnya yang lebih mengejutkan adalah, hampir semua bakteri yang teridentifikasi tersebut menunjukkan resistensi atau kekebalan terhadap 11 jenis antibiotik yang diujikan peneliti.

Peneliti juga melaporkan peningkatan kasus penyakit 'gastric distress' atau penyakit gangguan pencernaan pada beberapa orang yang mengonsumsi minuman soda dari restoran cepat saji.

Meskipun beberapa tempat makan fast food sudah memiliki sertifikat aman dari perusahaan auditor atau penjamin kesehatan, namun banyak diantaranya yang tidak melakukan update sertifikasi selama beberapa tahun.

"Hal ini semakin meyakinkan bahwa mengonsumsi minuman soda tidak aman. Lebih banyak bahaya yang akan didapatkan daripada keuntungan mengonsumsinya," ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Treehugger,Jumat (15/10/2010).

Blog Archive